Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) sebagai bagian dari proses Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) kembali di gelar tahun 2021 dan akan dilangsungkan selama dua gelombang yakni 12-18 April 2021 untuk gelombang ke-1 dan 26-2 Mei 2021 untuk gelombang ke-2. Dari 74 lokasi pelaksanaan, Institut Teknologi Telkom Surabaya (ITTelkom Surabaya) kembali menjadi salah satu lokasi pelaksana yang bermitra dengan Institut Teknologi Sepuluh November (ITS). Sebagaimana tahun sebelumnya, pelaksanaan UTBK-SBMPTN di tengah pandemi ini menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

“Sebelum kembali menjadi tempat lokasi ujian, kami sempat mendapatkan kunjungan dari beberapa Lembaga untuk memeriksa kesiapan kampus serta bagian dari asesmen kelayakan kampus untuk menyelenggarakan UTBK dimana ada 10 orang dari dinas kesehatan, dinas pendidikan, Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Damkar dan Satpol PP.” ujar Walid Maulana Hadiansyah selaku penanggung jawab pelaksanaan UTBK-SBMPTN 2021 di ITTelkom Surabaya.

Menimbang adanya pelaksanaan ibadah/sholat maka UTBK-SBMPTN 2021 akan dilaksanakan dalam dua sesi sebagaimana amanat Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT). Acara dimulai sejak pukul 06.45 WIB di mana peserta sudah masuk ruang ujian yang dilanjutkan pemeriksaan identitas/dokumen oleh pengawas, kemudian peserta akan melakukan latihan pelaksanaan tes terlebih dahulu baru pada pukul 07.15-10.30WIB ujian dimulai yang diawali Tes Potensi Skilastik (TPS) dan dilanjut Tes Kompetensi Akademik (TKA) Saintek atau Soshum. Sesi kedua dimulai pada pukul 13.00 WIB dan dilakukan pemeriksaan identitas/dokumen peserta oleh petugas, melaksanakan latihan dan memulai ujian pada pukul 13.20-17.15 WIB dengan Tes Potensi Skolastik (TPA) dan Tes Kompetensi Akademik (TKA) Saintek dan Soshum.

Di dalam pelaksanaannya, peserta yang akan mengikuti ujian diharuskan mencuci tangan di tempat yang telah disediakan sebelum memasuki gedung, melalui jalan khusus sesuai instruksi panitia kemudian pengecekan suhu menggunakan termometer dan bisa menuju ruang tunggu ujian untuk dilakukan absen oleh petugas. Tidak berhenti sampai situ, usai pelaksanaan tes, peserta UTBK akan didampingi oleh tim keamanan menuju pintu keluar. Di sisi lain, tidak hanya peserta saja yang menerapkan protokol kesehatan yang ketat, namun baik petugas dan pengawas UTBK diwajibkan melakukan vaksin sebelumnya.

“Petugas dan pengawas ujian wajib divaksin sebelumnya, hal ini kami terapkan tidak hanya untuk melindungi seluruh orang yang terlibat dalam pelaksanaan UTBK, namun juga sebagai bentuk komitmen ITTelkom Surabaya sebagai tempat pelaksaan UTBK yang layak. Di sisi lain, ITTelkom Surabaya terus berinovasi dalam menciptakan karya-karya di tengah situasi pandemic sebagaimana jargon kampus kami solution for the nation. Ke depannya kami akan terus memberikan yang terbaik bagi semuanya,” ujar Rizqa Amelia Zunaidi selaku Kasubag Humas ITTelkom Surabaya

Karya-karya inovatif yang dimaksudkan antara lain menciptakan Crane Pengantar Jenazah Otomatis yang dapat membantu tenaga medis dalam menangani jenazah korban covid. Ada pula yang lainnya yakni robot IVANA 1.0 yang dapat mempermudah rumah sakit dalam membersihkan lantai dan ruangan isolasi khususnya ruang perawatan pasien Covid-19. Kemudian inovasi lainnya yakni Robot Service yang dapat digunakan untuk mengurangi interaksi langsung dokter atau perawat membawa barang medis pada saat emnangani pasien Covid-19 dari luar ruangan isolasi yang dapat dikendalikan dengan menggunakan joystick. Kemudian ada beberapa karya inovasi yang sedang digiatkan yakni inovasi Self Check-in bekerja sama dengan RSUA, mesin cetak braille bekerjasama dengan ITS serta pengembangan truk listrik.

Tidak sampai disitu, ITTelkom Surabaya akan terus berinovasi untuk menciptkan karya-karya bermanfaat lainnya  yang dapat bermanfaat bagi banyak orang. Sebagai kampus yang penuh inovasi, ITTelkom Surabaya juga berkomitmen menciptakan generasi-generasi unggul yang  membanggakan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *