Hibahkan Mesin Braille Embosser ke Kemensos RI, ITTelkom Surabaya: Inovasi Kami Tak Berhenti Berdetak

ITTelkom Surabaya kembali menghibahkan alat inovasinya, kali ini satu unit Mesin Braile Embosser dengan fitur suara dihibahkan kepada Kementerian Sosial RI. Hibah mesin diserahkan langsung oleh Rektor IT Telkom Surabaya, Tri Arief Sardjono dan diterima Menteri Sosial, Tri Rismaharini yang dituangkan dalam berita acara serah terima pada hari ini, Jumat 7 Mei 2021 di kantor Kementrian Sosial RI di Jalan Salemba Raya no. 28, DKI Jakarta.

“Mesin Braile Embosser ini tidak hanya didukung kecepatan 1200 halaman per jam, tapi juga dilengkapi dengan 14 fitur suara dan itu tidak ada di mesin-mesin braile serupa buatan dari luar negeri. Tidak bergantung lagi dengan buatan luar negeri, sekarang kita bisa ciptakan sendiri.” ujar Tri Arief Sardjono di sela prosesi penyerahan.

Cukup menekan tombol sekali akan keluar suara yang menginformasikan suatu fungsi, jika diteruskan sekali lagi maka akan bekerja sesuai dengan suara yang diinformasikan tersebut.

“Kelebihan mesin braile ini lebih hemat listrik, kompatibel, bergaransi seumur hidup, diproduksi dalam negeri kecuali untuk komponen IC. Selain itu juga mudah dioprasikan oleh operator Tunanetra serta dilengkapi sortware terkini (update) yang kompatibel dengan sistem operasi modern. Penciptaan alat semacam ini akan terus kami giatkan, inovasi kami tidak berhenti berdetak untuk kebermanfaatan masyarakat.” tambah Tri Arief Sardjono.

Menerima alat ini, Mensos menyampaikan anak tuna netra bisa mandiri dan leih berdaya dengan membaca sehingga akan bisa belajar.

“Hibah mesin Braile membantu anak-anak netra mandiri, mudah belajar, bisa melanjutkan kehidupan serta mengurangi ketergantungan pada orang lain. Anak netra bisa mandiri dengan membaca buku dengan tulisan braile tentang belajar ternak, membuat kue, membuat kopi, serta ternak,” ujar Menteri Sosial, Tri Rismaharini didampingi Dirjen Rehabilitasi Sosial, Harry Hikmat.

Cara kerja dari mesin braile ini, adalah dari buku biasa lalu di-covert menjadi huruf-huruf braile dalam buku yang menjadi mudah untuk dibaca.

“Dari buku biasa yang di-convert menjadi huruf-huruf braile dalam buku dan itu menjadi lebih mudah bagi anak-anak netra,” ungkap Mensos.

Mesin Braille Embosser ini sangat penting eksistensinya karena merupakan mesin bantu untuk tuna netra dimana saat ini kondisi mesin cetak braille yang ada di seluruh Indonesia sudah using bahkan hampir 90 persennya mengalami kerusakan, inilah yang kemudian melatar belakangi penciptaan mesin cetak braille ala anak bangsa. Nantinya Mesin Braille Embosser ini akan diteruskan oleh Kementrian Sosial kepada Yayasan Tuna Netra yang membutuhkan.

Leave A Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.