Lulusan Sains dan Teknologi Jadi Incaran Industri

Dikutip dari Kompas.com 25/07/2018,menginjak tahun ke-4 Joko Widodo menjadi presiden Republik Indonesia, pemerintah masih terus menggenjot pembangunan infrastruktur demi pemerataan dan pertumbuhan ekonomi. Hal ini berdampak pada meningkatnya jumlah kebutuhan tenaga ahli terutama di bidang sains dan teknologi. Akan tetapi, kenyataannya jumlah tenaga ahli yang dimiliki oleh Bangsa Indonesia masih sangat minimum. Maka, tidak heran banyak sekali tenaga ahli impor yang sengaja didatangkan dari luar negeri untuk menggarap mega proyek di Indonesia.

Berdasarkan berita Kompas.com 12/03/2018, Kementerian Riset, Teknologi, dan Perguruan Tinggi Republik Indonesia (Kemenristekdikti) menyatakan bahwa Indonesia masih kekurangan tenaga ahli sekitar 190 ribu sampai tahun 2019 mendatang. Hal ini menjadi tantangan bagi perguruan tinggi untuk mencetak lulusan D3 dan S1 khususnya jurusan teknik yang siap terjun ke dunia industri. Tidak hanya itu, mereka juga dituntut untuk mampu bersaing dengan tenaga ahli asing. Industi membutuhkan tenaga ahli yang mudah dididik, cepat beradaptasi, mampu berkomunikasi, bekerja sama, tahan banting, dan inovatif. Inovatif di sini tentunya harus sesuai dengan kebutuhan industri dan menjadi solusi konkrit terhadap permasalahan yang sedang dihadapi oleh Bangsa Indonesia.

Pada dasarnya, minat generasi muda terhadap jurusan teknik sudah cukup tinggi.Hanya saja, terdapat beberapa opini yang menyatakan jika sebagian dari lulusan teknik dari dalam negeri dianggap kurang bisa bersaing dengan tenaga ahli dari luar negeri. Sehingga, banyak sekali proyek-proyek besar di Indonesia digarap oleh tenaga ahli asing. Hal ini tentus aja menjadi tali cambuk bagi kampus-kampus teknik, karena masih banyak lulusannya yang belum terserap secara optimal.

Di era digital ini, yang notabene berbasis Information and communication technology (ICT), mempersiapkan tenaga ahli yang kompeten adalah suatu kewajiban agar sumber daya alam dapat dikelola secara tepat dan optimal. Maka dari itu, keberadaan sebuah perguruan tinggi memiliki andil yang sangat besar demi mewujudkannya. Institut Teknologi Telkom Surabaya, satu-satunya perguruan tinggi di Indonesia yang berfokus pada bidang maritim, transportasi, dan logistik yang berbasis ICT siap mewujudkan cita-cita Bangsa Indonesia dengan mencetak tenaga-tenaga ahli berdaya saing internasional demi kesejahteraan dan kemakmuran bangsa Indonesia.(rpt/walid)

Sumber : https://edukasi.kompas.com/read/2018/07/25/08030051/-booming-pembangunan-lulusan-sains-dan-teknologi-jadi-primadona