Dari Hulu ke Hilir: Tak Hanya Menghibahkan, ITTelkom Surabaya Berikan Pelatihan Penggunaan Mesin Braille Embosser di BLBI Abiyoso

Bandung, Juni 2021 – Usai penyerahan mesin braille embosser beberapa waktu lalu (7/5/2021) di Kementrian Sosial, pada hari ini Kamis 10 Juni 2021, menindaklanjuti penyerahan tersebut tim ITTelkom Surabaya memberikan pelatihan terkait penggunaan mesin ini. Dihadiri langsung oleh Rektor ITTelkom Surabaya, Dr. Tri Arief Sardjono, S.T., M.T. beserta tim bertolak langsung ke Bandung menuju Balai Literasi Braille Indonesia Abiyoso, Cimahi, Bandung.

Di tengah presentasi seputar mesin braille, Tri Arief Sardjono menjelaskan Mesin Braille ini merupakan proyek yang sudah digarap sejak tahun 2012 berawal dari kerusakan Mesin Braille di Indonesia membuat SLB mengalami kesulitan yang melatarbelakangi perjalanan pembuatan Mesin Cetak Braille.

“Tahun 2012 kami mulai analisa kerusakan dan perbaikan mesin Braillo Norway tipe 200 dan 300 kemudian kami mempersiapkan suku cadang/Spare part Braillo Norway, melatih SDM di SLB baik guru, operator hingga teknisi. Meningkatkan performance mesin Braillo 200 ke Braillo 400 serta membuat prototipe mesin Braille.” ungkap Tri Arief Sardjono.

Di dalam kesempatan ini pula, Tri Arief Sardjono menjelaskan bahwa tahun ini ditargetkan akan mengirimkan tiga mesin braille embosser, salah satunya ke Balai Literasi Braille Indonesia (BLBI) Abiyoso. Selain itu, proyek ini juga memiliki target revitalisasi yang dibagi menjadi tiga tahap; target revitalisasi I dari yang rusak/tak sempurna menjadi sempurna, revitalisasi ke II yakni SDM dengan meyakinkan ketika mesin ini berfungsi dengan baik maka guru dan operator tidak khawatir lagi serta target revitalisasi III dimana SLB as a fully functional resource center atau pemberdayaan SLB/institusi/organisasi. Braille books provides, braille books publisher, braille books library and braille training center.

Melalui inovasi ini pula baik ITTelkom Surabaya maupun ITS meletakkan beberapa harapan antara lain meningkatnya kemampuan guru dalam mencetak berkas brailler, adanya multiplier effect mesin cetak braille dapat dimanfaatkan untuk pembuatan berkas braille dan sebagai pusat sumber Braille di daerah, meningkatkan kemampuan guru yang ditunjuk sebagai teknisi braille sehingga mampu melakukan perawatan ringan mesin Braille, adanya potensi produksi berkas braille untuk berbagai keperluan, serta meningkatnya sarana pembelajaran bagi SLB/tunanetra sehingga mereka berpotensi untuk mandiri, berdaya dan mampu menjadi tulang punggung keluarga.

Tri Arief Sardjono juga menambahkan bahwa mesin ini digaransi seumur hidup “Mesin Braille ini ada atas support dari PT Telkom, CSR dan syaratnya mesin ini harus digunakan dan dimanfaatkan oleh teman-teman tunanetra. Kalau ada sesuatu atau kerusakan dalam penggunaannya, kami siap menggaransi seumur hidup kampus kami berdiri. Ini juga sudah punya sertifikat paten, jadi ke depannya kami juga berharap masing-masing provinsi memiliki satu.”

Di sisi lain, Ernawati selaku Kepala Bagian Tata Usaha BLBI Adiyoso menyampaikan apresiasi atas adanya inovasi mesin braille embosser ini, “Saya sampaikan apresiasi yang sangat tinggi kepada Pak Tri dan teman-teman. Membantu sesama dengan kemampuannya jadi tidak ada ketergantungan terhadap barang ciptaan orang luar. Terlebih sparepart sudah ada di ITTS akan sangat membantu jikalau ada kerusakan, ke depannya tidak perlu takut lagi karena banyak rekan-rekan tunanetra yang sangat membutuhkan inovasi ini.”

Leave A Reply

Your email address will not be published.