Electrizen Talk: Selamatkan Bumi Kita dengan Kendaraan Listrik

Electrizen Talk: Selamatkan Bumi Kita dengan Kendaraan Listrik

Sabtu 1 Mei 2021 Program studi Teknik Elektro menyelenggarakan webinar yang mengangkat materi seputar kendaraan listrik sebagai upaya menyelamatkan bumi. Pengembangan kendaraan listrik dilatarbelakangi dengan cadangan minyak bumi yang hampir habis, dari sinilah dimulai proyek pengembangan kendaraan listrik sebagai jalan alternatif untuk kita dimulai. Kemudian ada alasan lain, di Indonesia saja transportasi merupakan penyumbang terbesar emisi gas terbesar kedua setelah industri. Sehubungan dengan hal itu pula, inilah yang melatarbelakangi webinar untuk menambah wawasan seputar kendaraan listrik itu sendiri.

“Ini merupakan serangkaian acara yang diselenggarakan 4 kali satu semester dengan harapan adik-adik mahasiswa menjadi mendapatkan wawasan mengenai apa yang terjadi di industri karena pembicaranya merupakan orang kalangan industri, selain itu juga wawasan mengenai teknologi-teknologi terbaru yang ada di sekitar kita. lalu jangka panjangnya dengan terekspose banyaknya informasi tersebut maka kapasistas mahasiswa bertambah sehingga tagline kita Siap Kerja dapat diwujudkan.” ujar Dimas Adiputra Kepala Program Studi Teknik Elektro dalam sambutannya.

Mobil listrik hanyalah satu bagian kecil dari ekosistem Electric Vehicle (EV): power sources, smart grid, infrastructure, home charging stations, commercial charging stations yang dibutuhkan untuk mendukung konsep selamatkan bumi kita. Namun benarkan bahwa kendaraan listrik ini lebih ‘hijau’ dibanding kendaraan konvensional? Yoga Uta Nugraha, CEO PT Braja Elektro Motor selaku pembicara. menjelaskan bahwa “Berdasarkan data dari carbonbrief.org, emisi yang dihasilkan oleh kendaraan listrik tidak lebih banyak dibandingkan emisi yang dihasilkan oleh kendaraan konvensional.” jelasnya

Tipe penggerak dalam kendaraan listrik memiliki beberapa jenis yakni Hibrida Elektric Vehicle (HEV) dimana kendaraan listrik dilengkapi satu motor listri dan mesin pembakaran sebagai penggerak dimana tidak membutuhkan charging station. Ada pula jenis Plug in electric vehicle (PHEV) yakni kendaraan hibrida dengan satu motor listrik dan satu ICE. Baterai listrik dapat diisi oleh mesin menggunakan soket listrik, kemudian ada jenis Battery EV (BEV) yakni kendaraan listrik yang menggunakan tenaga listrik sebagai penggerak utama, dan ada Fuel Cell EV (ICE) kendaraan listrik menggunakan electric motor, hanya saja listrik tersebut bukan berasal dari baterai namun hydrogen.

Lebih lanjut webinar dapat dilihat melalui kanal Youtube HME ITTS: https://www.youtube.com/watch?v=2kYaq5u1plk

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *